BANGKALAN - Bagi sebagian orang, Minggu menjadi waktu untuk beristirahat bersama keluarga. Namun, suasana berbeda terlihat di lokasi pembangunan Jembatan Nyormanis, Desa Nyormanis, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Sejak pagi, para pekerja bersama personel TNI tetap beraktivitas, seolah hari libur tak berlaku ketika pekerjaan yang ditunggu masyarakat masih harus diselesaikan.
Dengan semangat gotong royong, mereka bergantian menarik dan mengangkat besi kanal H atau gelagar lintang menggunakan katrol manual. Tenaga dikerahkan bersama, sementara setiap gerakan dilakukan secara hati-hati. Keringat yang membasahi tubuh menjadi gambaran sederhana tentang perjuangan mereka menghadirkan akses jembatan yang nantinya akan digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Kalau melihat kebutuhan masyarakat, rasanya tidak mengenal hari libur. Selama masih ada yang bisa dikerjakan, kami akan terus membantu semampunya, ” ujar salah seorang pekerja saat beristirahat sejenak di sela pekerjaan. Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa pembangunan jembatan bukan hanya tentang besi, beton dan konstruksi, tetapi juga tentang kepedulian dan kemauan untuk bekerja bersama demi kepentingan warga.
Danramil Blega Kapten Inf Sutejo menyampaikan bahwa semangat para pekerja dan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam percepatan pembangunan. “Hari Minggu bukan menjadi penghalang bagi kami untuk tetap bergotong royong. TNI bersama masyarakat akan terus bekerja sesuai kemampuan agar Jembatan Nyormanis segera selesai dan dapat memberikan manfaat bagi warga. Inilah semangat Bakti TNI AD untuk Rakyat, hadir dan bekerja bersama rakyat, ” ungkapnya.

Achmad Sarjono