BANGKALAN - Suara palu yang beradu dengan kayu memecah keheningan pagi di Dusun Jaddih Selatan, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Senin (10/8/2026). Di dalam rumah sederhana milik Bu Mari'a, dua prajurit Koramil Socah tampak bahu-membahu bersama tiga warga memasang rangka dan plafon. Bagi orang lain, pekerjaan itu mungkin hanya sebatas memasang lembaran penutup atap. Namun bagi Bu Mari'a, setiap paku yang tertancap adalah tanda bahwa harapan akan rumah yang lebih layak semakin nyata.
Melalui Program Bhakti TNI AD untuk Rakyat, proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini telah mencapai 70 persen. Sedikit demi sedikit, rumah yang sebelumnya sederhana dan kurang nyaman mulai berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman. Semangat gotong royong yang terbangun antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama yang mempercepat setiap tahapan pekerjaan.
Bamintuud Koramil Socah, Serma Andri yang turut membantu di lokasi, menegaskan bahwa setiap kegiatan bakti TNI bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan kepedulian. "Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rumah yang sedang kami bangun ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Semoga Bu Mari'a bersama keluarganya segera dapat menikmati rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman, " ungkapnya.
Di balik seragam loreng yang dikenakan para prajurit, tersimpan tekad untuk terus hadir membantu masyarakat. Program Bhakti TNI AD untuk Rakyat menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata. Dari sebuah rumah sederhana di Jaddih Selatan, harapan baru sedang dibangun—bukan hanya dengan kayu dan plafon, tetapi juga dengan kepedulian, kebersamaan, dan kasih kepada sesama.

Achmad Sarjono