BANGKALAN - Bagi Ibu Rohimah, setiap pagi kini membawa harapan baru. Dari depan rumahnya di Desa Ujung Piring, Kecamatan Bangkalan, Sabtu (8/8/2026), ia menyaksikan tiga prajurit Koramil Kota kembali mengaduk semen dan meratakan plester di dinding rumahnya. Material kalsiboard untuk plafon pun mulai berdatangan. Pemandangan yang dulu hanya ada dalam angannya, kini perlahan menjadi kenyataan di depan mata.
"Saya sempat berpikir rumah ini akan tetap seperti ini sampai tua. Saat hujan turun, saya selalu khawatir air masuk dari atap dan dinding yang sudah rapuh, " tutur Ibu Rohimah dengan mata yang berkaca-kaca. Baginya, bantuan melalui program Bhakti TNI AD untuk Rakyat bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa tenang yang selama ini hilang.
Di tengah keterbatasan, para prajurit tidak hanya datang membawa tenaga, tetapi juga semangat dan perhatian. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, seolah rumah itu adalah rumah mereka sendiri. Kehadiran TNI membuat Ibu Rohimah merasa tidak lagi menghadapi perjuangan hidup seorang diri. Gotong royong yang terjalin di halaman rumah sederhana itu menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.
Danramil Kota, Kapten Inf Badrud Mutamam, mengatakan bahwa setiap rumah yang dibangun melalui program Bhakti TNI AD adalah simbol hadirnya negara untuk rakyat. "Kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah Ibu Rohimah menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi. TNI akan selalu hadir bersama rakyat, karena bersama rakyat, TNI kuat, " ungkapnya.

Achmad Sarjono